Di tong sampah blok P
Hidup adalah kisah Setiap kisah punya cerita, setiap langkah punya bayangan Aku punya sebuah kisah Ketika aku melangkah menapaki jalan beraspal lurus berlubang delapan belas Di pojok sana aku melihat pemandangan Ketika itu aku sedang menyambut sang fajar Embun seperti enggan pergi Ayam jago tidak berhenti berteriak menyambut fajar Di ujung sana aku melihat pemandangan Ketika bintang-bintang sudah tertidur Ketika rembulan sudah kembali Ketika langkah kakiku melewati sebuah tumpukan sampah Aku melihat seorang lelaki Aku rasa ia masih muda namun beratnya beban hidup membuatnya 30 tahun lebih tua. Tak lekang tatapan mataku kepadanya Tatapanku membawa sekotak ingatan masa lalu Aku ingat, pria itu adalah seorang mahasiswa jenius yang sudah menyandang gelar sarjana. Namun apa hal ia sampai hati mengais sampah begini ? Aku teringat kata ibu ku, bahwa ia adalah sarjana yang gagal mendapat kerja Ia tak punya daya apa-apa selain kekuatan pengetahuan belaka. Terlalu berkutat pada buku, tak peduli apa apa cerita dunia luar. Kini si mahasiswa jenius (dulu), mengais sampah di TPA blok P Sungguh miris dan memaksa hati untuk merenung dalam kesunyian.


 Pontianak, 2 april 2016 Jun

Komentar

Postingan Populer