Kaum Muda Katolik, Perubahan Sosial dan Problematikanya



Kemajuan zaman ini tidak mampu lagi dibendung oleh siapapun. Teknologi komunikasi dan informasi menggiring sederet kemajuan bidang teknologi lain untuk larut dalam arus kemajuan itu. Salah satunya adalah kehadiran dan eksistensi media sosial seperti Instragram dan Facebook. Teknologi komunikasi informasi tersebut menembus batas-batas negara dan budaya, sebab siapapun bisa melihat setiap saat peristiwa diberbagai belahan dunia hanya dengan tatapan mata dan genggaman serta sentuhan jari.
Kemajuan ini adalah suatu perubahan sosial yang sangat mempengaruhi peradaban dunia. Peristiwa dan kejadian yang dulu tidak muncul ke permukaandan tak tersentuh kini bermunculan karena kemudahan akses terhadap media-media penunjangnya. Perubahan sosial selalu membawa perubahan-perubahan lain. Tidak terkecuali sikap manusia.
Perubahan sosial ini menyeret manusia modern kepada tawaran yang sangat beragam sehingga memunculkan gaya hidup yang hedonis dan konsumtif. Jika tidak mengikuti kemajuan ini, maka ketertinggalan adalah kepastian, namun apa patokan yang dapat dijadikan sebagai titik tolah ketertinggalan itu ? Sesungguhnya itu kembali kepada bagaimana kita menanggapi perubahan ini. Hedonis dan konsumtif, sebenarnya adalah sikap yang sangat mungkin untuk dihindari, hanya menunggu kemauan saja.
Sering saya mengunjungi kafe-kafe disekitaran kota Pontianak ini, banyak saya menemukan orang-orang muda, generasi saya (millineals), tidak hentinya menatap gawai pada genggaman. Yang paling banyak diakses adalah facebook dan instragram, lalu menyusul google dan youtube. Tidak ada yang melarang hal itu, lagipula ini memang sudah zamannya. Saya pun menjadi bagian dari itu. Kebebasan adalah hal yang utama, namun jika kita merenung lebih lama, lebih dalam, perubahan ini sebenarnya baru saja menghampiri kita, saat saya masih duduk dibangku SMA, masih sangat jarang orang-orang menggunakan gawai (gadget). Setiap kali berhadapan dengan hal yang baru, selalu ada penyesuaian yang terjadi. Tergantung apa dan dibidang apa perubahan itu terjadi.
Menurut pengamatan saya, setidaknya ada tiga problem atau masalah yang dihadapi diera kemajuan teknologi informasi dan komunikasi ini:
1.       Menyebar dengan bebasnya paham radikal
2.       Memudarnya kehidupan keagamaan yang berlandaskan kebhinekaan.
3.       Berita bohong atau Hoax.
Menyebarnya paham radikal melalui media sosial diikuti oleh gerakan-gerakan radikal baik secara langsung maupun tidak langsung, menjurus kepada tindak terorisme dan sikap-sikap intoleransi yang memicu munculnya ancaman perpecahan ditengah keberagaman masyarakat Indonesia. Tentu ini sedikit banyak mengganggu kehidupan bermasyarakat karena mengucik rasa damai dan aman.
Kedua adalah memudarnya kehidupan keagamaan, terutama pada orang muda Katolik. Banyak orang muda Katolik yang saya amati asyik bermain gadget ketika misa sedang berlangsung. Ada juga anak-anak yang bermain game ketika imam sedang menyampaikan homili. “Coba sedikit saja selipkan rasa syukur dihatimu, wahai kawan sesama kaum muda, bersyukurlah ketika kau masih bisa merayakan misa karena masih banyak saudara-saudara kita yang bahkan mengenakan atribut Kristiani saja kesusahan. Maka dari itu syukurilah misa ini dengan mematikan gadget selama misa berlangsung”.
Ketiga adalah berita bohong atau hoax, ini tidak bisa dianggap remeh. Diera semaju saat ini, berita bohong begitu mudah disebarkan sehingga ini akan menimbulkan salah kaprah ditengah masyarakat, yang ujung-ujungnya akan mengancam kecerdasan dan menimbulkan kebodohan yang tak berguna.


Juniardi Sucinda

Mahasiswa

Komentar

  1. Banyak pemuda mudah jatuh ke dalam jebakan betmen dumay karena mereka end user narsis yang belum bisa mengolah informasi, artinya sampah dan fakta diterima jadi satu. Dualisme pribadi antara dunia nyata dan maya menyebabkan orang jadi punya kepribadian ganda. Di dunia nyata ia pendiam, di dunia nyata aktif dalam perdebatan (bukan diskusi). Konsumsi provokatif dan hoax adalah makanan sehari-hari kids zaman now. Lanjutkan tulisannya.

    BalasHapus
  2. Semoga postingan di blok ini bukan bagian dari 3 bagian di atas.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan Populer