"LIFE FIGHTER"
Kehidupan manusia dewasa ini
semakin sekular, keberadaan Tuhan tidak lebih dari sebatas dinding rumah ibadah
saja. Anak-anak muda diera millennium ke 4 ini dihadapkan dengan zaman
teknologi informasi yang begitu besar. Dihadapkan dengan pengaruh kemajuan revolusi industry 4.0 yang menggusur kehidupan tradisionil, begitu berbahaya.
Sebenarnya, kemajuan teknologi
adalah hal yang harus terjadi, namun kita juga mesti berpikir bahwa efek dari
kemajuan teknologi itu beragam, efek yang menjurus kepada hal yang dikatakan
baik maupun sebaliknya.
Nah, untuk menjalani kemajuan
teknologi yang begitu pesat maka peran lembaga pendidikan menjadi sangat amat
penting dalam mengendalikan generasi millennial agar tetap pada koridor
ajaran-ajaran Gereja yang berakar dari Kristus Yesus.
Generasi millennial yang saya
maksud dalam tulisan ini adalah para siswa di sekolah-sekolah berbasis
Kristiani. Mereka amat berbahagia dan beruntung, sebab sekolah Kristiani
memiliki ciri khas kegiatan yang bernama “retret”.
Dalam kegiatan retret, para
siswa ditempa menjadi individu yang lebih dekat dengan Tuhan dan aktif dalam Gereja-Nya.
Retret biasanya memiliki tema tertentu, disesuaikan dengan isu yang tengah
marak dibicarakan masyarakat secara universal.
SMP Kristen Immanuel
Pontianak, pada 17 hingga 19 Oktober 2018 mengadakan retret untuk para siswa
kelas VIII. Perenungan kehidupan selama tiga hari ini terselenggara di Wisma
Tabor, sebuah rumah retret yang terletak di Kecamatan Pusat Damai, Sanggau, berjarak
250 KM dari kota Pontianak.
doc: Gery Vandala
Pejuang kehidupan mesti mampu
melihat secara kritis, bahwa ditengah kesulitan dan pergumulan hidup, ada celah
kecil yang disediakan Tuhan untuk memulai kebangkitan diri. Bangkit dari segala
keterpurukan dan pergumulan.
Pejuang kehidupan mesti mampu
mengarahkan serta mengendalikan diri dari tawaran duniawi yang sangat banyak. Sekuler!
Maka perlu jiwa pejuang untuk menunggangi ombak sekularitas dan keduniawian itu
agar menjadi berkat bagi diri sendiri, lebih-lebih bagi orang lain.
Retret “Life Fighter”
sesungguhnya mengajak kaula muda, siswa kelas 8 SMP Kristen Immanuel Pontianak
untuk mulai menjadi berani dan teliti dalam menjalani kehidupan remajanya. Saya
atas nama pribadi menekankan beberapa hal penting
1.
Sebagai generasi millennial, mesti mampu mengendalikan
diri dari pengaruh negatif teknologi. Kritisi dan pelajari bahaya dan manfaat
teknologi.
2.
Jadilah seseorang yang tangguh dalam banyak hal.
3.
Tetap andalkan Tuhan dalam setiap kebahagiaan maupun
perkara kehidupan.
Yang keempat,
ditengah pergumulan hidup yang sangat hebat, janganlah kita sampai lupa ngopi!!!
Srupuuut…
(19/10/18)
Juniardi
Sucinda
Pecinta Kopi

Senang sy membaca ini..krn ini betul2 guru jaman now👍👍😄..guru tangguh..tidak mudah menyerah..kalau udah lelah tinggal seruput kopinya...semangaaat
BalasHapusHahahaha siaaaaaaaap
BalasHapus