GENERASI MILENIAL HINGGA GENERASI ALPHA HADAPI PINDAH IBUKOTA
Wacana
pemerintah untuk memindahkan ibukota negara sudah ketok palu dalam rapat terbatas Presiden bersama menteri-menteri
terkait dalam Kabinet Kerja. Keseriusan pemerintahan Presiden Joko Widodo
memindahkan ibukota semakin tampak nyata ketika beliau mengunjungi pulau
Kalimantan untuk meninjau lokasi calon ibukota Indonesia ini. Seperti dilansir
Kompas.com, Provinsi yang dikunjungi Presiden adalah Kalimantan Timur, tepatnya
Kabupaten Kutai Kertanegara.
Mencermati
dari berbagai media yang memberitakan rencana besar pemindahan ibukota ini,
maka jika memang benar, mari kita asumsikan bahwa ibukota Republik Indonesia
kelak ada di Kalimantan, itu artinya akan membawa dampak bagi wilayah sekitar
ibukota itu, tak terkecuali untuk generasi milenial hingga generasi alpha yang
ada di Kalimantan Barat. Lantas, apa persiapan generasi muda ini untuk rencana
tersebut?
Saya pikir, ada
beberapa persiapan yang perlu, yaitu:
1. pendidikan
Generasi muda harus
mengutamakan pendidikan, tentunya pendidikan yang benar-benar dilakukan sepenuh
hati, sungguh-sungguh belajar. Mengapa ? karena ibukota baru membutuhkan banyak
sumber daya manusia terdidik untuk pembangunan
2. Memperkuat
identitas dan kebudayaan
Jangan lepas dari
akar budaya. Seperti pohon, setinggi dan sebesar apapun, akan mati juga ketika
akarnya rusak. Sama seperti manusia sebagai makhluk berbudaya, terutama adat
istiadat, jangan pernah mau tergerus begitu saja oleh modernisasi. Tetap jaga
identitas diri agar bisa mengerti jati diri.
3. Menjaga
kesatuan
Jika melihat di media
sosial, akhir-akhir ini banyak ujaran yang menjurus kepada perpecahan. Terutama
terdapat di kolom komentar pada postingan sistus berita nasional atau tokoh tertentu,
dari kolom komentar itulah kita bisa membaca upaya memecah belas dengan
kata-kata provokatif. Lantas bagaimana sikap kita dan apa hubungannya dengan
ibukota baru ? Menjaga persatuan adalah hal yang amat penting, baik itu
persatuan antar pemeluk agama maupun suku dan latar belakang yang lain. Hanya
dengan kebersamaan dan kerukunanlah persatuan itu tercapai, ketika tercapai
kesatuan, pembangunan diberbagai bidang akan lebih cepat.
5. Siapkan mental
Jangan malas, lakukan
pekerjaan yang bermanfaat dan lakukan sepenuh hati. Berani, ambil keputusan dan
tindakan dengan berani hadapi resiko. Berpikir cerdas, bijak dan
bertangungjawab.
Juniardi Sucinda
Staf Pengajar di SMP Kristen Immanuel Pontianak

Komentar
Posting Komentar