GENERASI MILENIAL HINGGA GENERASI ALPHA HADAPI PINDAH IBUKOTA




sumber gambar: Good News From Indonesia (Youtube)
Wacana pemerintah untuk memindahkan ibukota negara sudah ketok palu dalam rapat terbatas Presiden bersama menteri-menteri terkait dalam Kabinet Kerja. Keseriusan pemerintahan Presiden Joko Widodo memindahkan ibukota semakin tampak nyata ketika beliau mengunjungi pulau Kalimantan untuk meninjau lokasi calon ibukota Indonesia ini. Seperti dilansir Kompas.com, Provinsi yang dikunjungi Presiden adalah Kalimantan Timur, tepatnya Kabupaten Kutai Kertanegara.
Mencermati dari berbagai media yang memberitakan rencana besar pemindahan ibukota ini, maka jika memang benar, mari kita asumsikan bahwa ibukota Republik Indonesia kelak ada di Kalimantan, itu artinya akan membawa dampak bagi wilayah sekitar ibukota itu, tak terkecuali untuk generasi milenial hingga generasi alpha yang ada di Kalimantan Barat. Lantas, apa persiapan generasi muda ini untuk rencana tersebut?
Saya pikir, ada beberapa persiapan yang perlu, yaitu:
1. pendidikan
Generasi muda harus mengutamakan pendidikan, tentunya pendidikan yang benar-benar dilakukan sepenuh hati, sungguh-sungguh belajar. Mengapa ? karena ibukota baru membutuhkan banyak sumber daya manusia terdidik untuk pembangunan
2. Memperkuat identitas dan kebudayaan
Jangan lepas dari akar budaya. Seperti pohon, setinggi dan sebesar apapun, akan mati juga ketika akarnya rusak. Sama seperti manusia sebagai makhluk berbudaya, terutama adat istiadat, jangan pernah mau tergerus begitu saja oleh modernisasi. Tetap jaga identitas diri agar bisa mengerti jati diri.
3. Menjaga kesatuan
Jika melihat di media sosial, akhir-akhir ini banyak ujaran yang menjurus kepada perpecahan. Terutama terdapat di kolom komentar pada postingan sistus berita nasional atau tokoh tertentu, dari kolom komentar itulah kita bisa membaca upaya memecah belas dengan kata-kata provokatif. Lantas bagaimana sikap kita dan apa hubungannya dengan ibukota baru ? Menjaga persatuan adalah hal yang amat penting, baik itu persatuan antar pemeluk agama maupun suku dan latar belakang yang lain. Hanya dengan kebersamaan dan kerukunanlah persatuan itu tercapai, ketika tercapai kesatuan, pembangunan diberbagai bidang akan lebih cepat.
5. Siapkan mental
Jangan malas, lakukan pekerjaan yang bermanfaat dan lakukan sepenuh hati. Berani, ambil keputusan dan tindakan dengan berani hadapi resiko. Berpikir cerdas, bijak dan bertangungjawab.

Juniardi Sucinda
Staf Pengajar di SMP Kristen Immanuel Pontianak

Komentar

Postingan Populer